Scroll untuk baca berita
HUKUM/KRINALJAWA BARAT

Novel The Advokat Karya WBP Lapas Ciamis Diterbitkan dalam Enam Bahasa, PT Mas Media Indonesia Siapkan Agenda Bedah Buku

90
×

Novel The Advokat Karya WBP Lapas Ciamis Diterbitkan dalam Enam Bahasa, PT Mas Media Indonesia Siapkan Agenda Bedah Buku

Sebarkan artikel ini

CIAMIS, Sergapnews.co – Karya literasi dari balik tembok pemasyarakatan kembali mendapat perhatian.

Novel berjudul The Advokat karya Muhamad Ijudin Rahmat, warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Ciamis, diproyeksikan terbit dalam enam bahasa melalui PT Mas Media Indonesia.

Penerbitan tersebut dinilai menjadi bagian penting dari pengembangan pembinaan berbasis literasi di lingkungan pemasyarakatan.

Selain diterbitkan dalam beberapa bahasa, karya tersebut juga tengah dipersiapkan untuk diperkenalkan kepada publik melalui agenda bedah buku di Lapas Kelas IIB Ciamis.

Perwakilan PT Mas Media Indonesia, Ir. Yadi Mulyadi, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis terkait penerbitan dan agenda bedah buku.

“Karya ini memiliki kekuatan narasi dan nilai edukasi hukum yang sangat luar biasa bagi masyarakat luas,” ujar Yadi Mulyadi.

Diangkat dari Perjalanan dan Persoalan Hukum
Novel The Advokat tidak hanya menghadirkan cerita fiksi, tetapi juga memuat sejumlah kisah dan persoalan hukum yang disebut memiliki keterkaitan dengan peristiwa serta pemberitaan yang pernah terjadi.

Dalam karya tersebut, penulis menuangkan berbagai cerita mengenai perjuangan advokasi, termasuk persoalan masyarakat adat Walatra, kasus warga Sindangkerta, hingga sejumlah perkara yang melibatkan masyarakat di berbagai daerah.

Novel itu juga memuat kisah pembelaan terhadap warga negara asing asal Korea serta perjuangan masyarakat Cikalong di Kabupaten Pangandaran.

Sejumlah kisah tersebut menjadi bagian dari narasi yang dibangun penulis dalam menggambarkan perjalanan seorang advokat ketika berhadapan dengan berbagai persoalan hukum dan sosial.

Meski demikian, substansi yang terdapat dalam karya tersebut tetap perlu dipahami dalam konteks karya sastra dan sudut pandang penulis. Narasi dalam novel tidak serta-merta dapat diposisikan sebagai dokumen atau bukti hukum terhadap suatu perkara.

Verifikasi terhadap fakta, dokumen, maupun peristiwa yang menjadi latar cerita tetap diperlukan apabila nantinya dilakukan kajian lebih lanjut dari perspektif jurnalistik maupun hukum.

PT Mas Media Indonesia Siapkan Bedah Buku
Selain penerbitan dalam enam bahasa, PT Mas Media Indonesia juga tengah mempersiapkan rencana bedah buku The Advokat di Lapas Kelas IIB Ciamis.

Menurut Yadi Mulyadi, pihaknya telah melakukan koordinasi dan menyiapkan permohonan resmi kepada jajaran Lapas Kelas IIB Ciamis. Pelaksanaan kegiatan tentunya menunggu persetujuan dan ketentuan dari pihak pemasyarakatan.

“Kami sangat berharap pihak Lapas Kelas IIB Ciamis memberikan izin dan memfasilitasi acara bedah buku ini,” katanya.

Agenda tersebut diharapkan dapat menjadi ruang diskusi yang mempertemukan warga binaan, penerbit, praktisi hukum, akademisi, jurnalis, serta masyarakat.

Kegiatan bedah buku juga dinilai dapat menjadi sarana untuk melihat lebih jauh bagaimana program pembinaan di lembaga pemasyarakatan mampu mendorong warga binaan menghasilkan karya intelektual.

Literasi Menjadi Bagian dari Pembinaan
Penerbitan The Advokat dalam enam bahasa memberikan warna tersendiri bagi pembinaan WBP melalui bidang literasi. Karya tersebut menunjukkan bahwa masa menjalani pidana tetap dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan produktivitas.

Bagi lingkungan pemasyarakatan, karya seperti ini juga dapat menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Terlebih, rencana penerjemahan ke dalam enam bahasa membuka peluang agar karya tersebut dapat menjangkau pembaca yang lebih luas.

Namun, keberadaan novel yang mengangkat isu hukum juga menuntut pembacaan secara kritis. Perbedaan antara fakta hukum, pengalaman pribadi, dan konstruksi sastra perlu tetap diperhatikan agar pembaca memperoleh pemahaman yang proporsional.

Dengan demikian, The Advokat bukan hanya menjadi karya literasi seorang WBP, tetapi juga berpotensi membuka ruang dialog mengenai hukum, keadilan, perjalanan advokasi, serta pembinaan warga binaan melalui karya intelektual.

Kini, publik menantikan kepastian pelaksanaan bedah buku The Advokat di Lapas Kelas IIB Ciamis serta proses penerbitannya dalam enam bahasa yang tengah dipersiapkan oleh PT Mas Media Indonesia.

(Red Sergapnews.co)

Tinggalkan Balasan