Scroll untuk baca berita
PANGANDARANTNI/POLRI

Polres Pangandaran Pastikan Penanganan Tuntas, Remaja Tenggelam di Pantai Timur Ditemukan Meninggal Dunia

42
×

Polres Pangandaran Pastikan Penanganan Tuntas, Remaja Tenggelam di Pantai Timur Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

PANGANDARAN, Sergapnews.co – Peristiwa tenggelamnya seorang remaja di kawasan Pantai Timur Pangandaran berakhir duka. Muhamad Luthfi Padilah (14), warga Dusun Kalapa Tiga RT 03 RW 08, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, ditemukan meninggal dunia setelah sempat hilang di perairan Pelabuhan Cikidang, Jumat (27/3/2026).

Korban dilaporkan tenggelam pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Mendapat laporan tersebut, nelayan bersama aparat gabungan dari Polres Pangandaran langsung melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Pencarian yang berlangsung selama hampir satu hari akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada malam hari sekitar pukul 21.15 WIB oleh nelayan yang sedang memeriksa jaring di laut, tidak jauh dari titik awal korban tenggelam.
Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, menyampaikan bahwa lokasi penemuan korban berada dalam radius sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian.

“Korban ditemukan oleh nelayan yang ikut membantu pencarian, dengan jarak kurang lebih 200 meter dari titik awal tenggelam,” ungkapnya.

Setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi ke darat dan dibawa ke rumah duka. Tim dari Polres Pangandaran yang terdiri dari Satpolairud, Satreskrim, unit identifikasi, Sidokkes, serta Polsek Pangandaran langsung melakukan serangkaian tindakan kepolisian.

Hasil pemeriksaan luar oleh tim Sidokkes menunjukkan bahwa korban diduga telah berada di dalam air selama kurang lebih 12 jam. Tanda-tanda kematian akibat tenggelam ditemukan, di antaranya busa halus pada hidung dan mulut, kondisi kulit keriput (maserasi), serta lebam mayat. Selain itu, terdapat luka lecet pada bagian lutut kiri yang diduga akibat benturan saat berada di dalam air.

Polres Pangandaran memastikan identitas korban sesuai dengan laporan awal. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga korban juga menyatakan penolakan terhadap autopsi dan memilih proses pemakaman dilakukan secara kekeluargaan.

Kapolres menegaskan bahwa seluruh tahapan penanganan telah dilakukan secara maksimal oleh jajarannya, mulai dari penerimaan laporan, pencarian, evakuasi, hingga proses identifikasi.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Seluruh proses penanganan telah kami laksanakan secara menyeluruh,” ujarnya.
Polres Pangandaran juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan, khususnya di kawasan Pantai Timur Pangandaran yang memiliki potensi arus laut yang cukup kuat dan berbahaya.

(Red-BD)

Tinggalkan Balasan