DAERAHPOLITIKSERGAPNEWS- NAGANRAYA

Bupati TRK Salurkan 21 Unit Alsintan untuk Pulihkan Pertanian Terdampak Bencana

1708
×

Bupati TRK Salurkan 21 Unit Alsintan untuk Pulihkan Pertanian Terdampak Bencana

Sebarkan artikel ini
Bupati Nagan Raya Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H. (TRK) didampingi Wakil Bupati Raja Sayang menyerahkan bantuan 21 unit Alsintan kepada kelompok tani terdampak bencana di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Selasa (6/10/2026). Bantuan tersebut terdiri dari 17 unit hand traktor dan 4 unit mesin perontok padi. Dok. SERGAPNEWS.CO

SERGAPNEWS.CO — SUKA MAKMUE — Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terus mendorong percepatan pemulihan sektor pertanian di wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Bupati Nagan Raya Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H. (TRK), didampingi Wakil Bupati Raja Sayang, di halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Selasa (6/10/2026).

Sebanyak 21 unit Alsintan disalurkan dalam kegiatan tersebut. Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pertanian itu terdiri dari 17 unit hand traktor dan empat unit mesin perontok padi.

TRK mengatakan, dukungan terhadap sektor pertanian menjadi bagian penting dalam proses pemulihan masyarakat Beutong Ateuh Banggalang. Menurutnya, pertanian tidak sekadar berfungsi sebagai penopang ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan masyarakat sekaligus salah satu penggerak perekonomian daerah.

“Pertanian tidak hanya berkaitan dengan penyediaan pangan, tetapi juga menjadi sumber mata pencaharian masyarakat dan penggerak perekonomian daerah,” ujar TRK.

Ia menegaskan, bantuan Alsintan tersebut diharapkan dapat membantu kelompok tani kembali menggerakkan kegiatan produksi pertanian setelah wilayah mereka terdampak bencana.

Menurut TRK, Pemkab Nagan Raya juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan kawasan Beutong Ateuh Banggalang. Sejumlah kebutuhan strategis yang didorong untuk segera ditangani antara lain pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak, normalisasi sungai, perbaikan jaringan irigasi, serta pembangunan kembali fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan.

“Kita terus berupaya agar Beutong Ateuh ini segera pulih,” katanya.

TRK menjelaskan, sebagian program pemulihan tersebut berada dalam kewenangan dan pembiayaan pemerintah pusat. Karena itu, Pemkab Nagan Raya terus membangun komunikasi dan mendorong percepatan penanganan agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera direalisasikan.

“Untuk hal ini, sumber anggaran dan pelaksanaannya ada di pemerintah pusat. Karena itu, kita terus berkoordinasi dan mendorong agar penanganannya dapat dipercepat,” jelasnya.

Di tengah proses pemulihan, TRK juga mengajak masyarakat Beutong Ateuh Banggalang untuk menjaga persatuan serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau provokasi yang dapat mengganggu kebersamaan masyarakat.

“Saya mengimbau masyarakat Beutong Ateuh Banggalang untuk tetap menjaga kekompakan, persaudaraan, dan kebersamaan. Jangan mudah terprovokasi,” tegasnya.

97,5 Hektare Lahan Pertanian Terdampak

Kepala DTPHP Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., menjelaskan, bantuan Alsintan tersebut merupakan dukungan Kementerian Pertanian untuk membantu kelompok tani memulihkan kembali aktivitas pertanian di kawasan terdampak bencana.

Menurut Marzuki, bantuan tersebut tidak terlepas dari komunikasi yang dilakukan Bupati Nagan Raya dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian.

“Alhamdulillah, ini merupakan hasil komunikasi langsung Bapak Bupati dengan pihak kementerian,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pendataan DTPHP Nagan Raya, bencana hidrometeorologi berdampak terhadap sekitar 97,5 hektare lahan pertanian di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.

Dari total luasan tersebut, sekitar 43 hektare mengalami kerusakan berat. Sementara 54,5 hektare lainnya masuk kategori kerusakan sedang hingga ringan.

Marzuki mengatakan, lahan yang mengalami kerusakan sedang dan ringan akan ditangani melalui program rehabilitasi lahan sawah yang mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian.

“Untuk lahan yang mengalami kerusakan sedang dan ringan, akan segera kami tangani melalui program rehabilitasi lahan sawah dari Kementerian Pertanian. Saat ini kami dalam proses kontrak dengan kelompok tani,” jelasnya.

Penyaluran Alsintan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah konkret untuk membantu petani kembali mengolah lahan sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas pertanian masyarakat Beutong Ateuh Banggalang pascabencana.

Tinggalkan Balasan