Scroll untuk baca berita
DAERAHSERGAPNEWS- NAGANRAYA

Proyek Revitalisasi SD Negeri Neubok Yee Disoroti, Penerapan K3 dan Pengawasan Dipertanyakan

1811
×

Proyek Revitalisasi SD Negeri Neubok Yee Disoroti, Penerapan K3 dan Pengawasan Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

SERGAPNEWS,NAGAN RAYA  Pelaksanaan proyek revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri Neubok Yee, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026, mendapat sorotan terkait penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta pengawasan selama pekerjaan berlangsung.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang berada di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Proyek tersebut tercatat mendapat bantuan pemerintah senilai Rp1.041.366.347. Pelaksanaan pekerjaan berada di lingkungan SD Negeri Neubok Yee dan melibatkan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Sorotan muncul karena terdapat dugaan bahwa penerapan aspek K3 di lokasi pekerjaan belum berjalan secara optimal. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian, mengingat aktivitas pembangunan berlangsung di lingkungan sekolah yang berdekatan dengan peserta didik, tenaga pendidik, serta masyarakat sekitar.

Selain persoalan keselamatan kerja, aspek keterbukaan informasi proyek juga menjadi perhatian. Berdasarkan informasi yang terlihat pada papan proyek, disebutkan bahwa kurva S tidak dipasang di lokasi. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi informasi terkait perkembangan pelaksanaan pekerjaan.

Padahal, proyek yang menggunakan anggaran negara dituntut untuk dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Informasi mengenai tahapan serta perkembangan pekerjaan penting diketahui agar masyarakat dapat turut melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana publik.

Di sisi lain, pengawasan terhadap pelaksanaan proyek juga dipertanyakan. Muncul dugaan bahwa pengawasan dari pihak terkait belum berjalan secara maksimal sehingga sejumlah aspek teknis maupun keselamatan kerja berpotensi tidak terpantau secara optimal.

Namun demikian, sorotan tersebut belum dapat dijadikan sebagai kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran. Berbagai dugaan yang muncul masih memerlukan klarifikasi serta pemeriksaan langsung dari pihak pelaksana dan instansi yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan.

Pihak P2SP SD Negeri Neubok Yee, Dinas Pendidikan terkait, maupun instansi teknis yang berwenang diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan proyek, khususnya terkait penerapan K3, pengamanan lingkungan sekolah, keterbukaan informasi, serta mekanisme pengawasan pekerjaan.

Saat dikonfirmasi media ini pada Selasa (18/8/2026), Kepala SD Negeri Neubok Yee turut memberikan penjelasan mengenai lingkup pekerjaan revitalisasi yang sedang dilaksanakan.

Menurutnya, pekerjaan rehabilitasi yang dilakukan tidak mencakup seluruh bagian fasilitas sekolah. Ia menyebut sejumlah komponen, seperti plafon, instalasi listrik, dan keramik, tidak termasuk dalam pekerjaan rehabilitasi tersebut.

“Semua rehab tidak termasuk plafon, listrik dan keramik,” ungkap Kepala SD Negeri Neubok Yee.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari klarifikasi pihak sekolah terkait pelaksanaan program revitalisasi yang sedang berlangsung.

Masyarakat berharap proyek revitalisasi tersebut dapat diselesaikan sesuai ketentuan, baik dari sisi kualitas pekerjaan, keselamatan, transparansi maupun penggunaan anggaran. Pengawasan yang optimal dinilai penting agar dana APBN yang dialokasikan benar-benar digunakan sesuai peruntukan dan mampu menghasilkan fasilitas pendidikan yang aman, layak, serta memberikan manfaat bagi peserta didik.

Tinggalkan Balasan