Scroll untuk baca berita
DAERAH

Realisasi Anggaran Fantastis Tapi Sekolah Telantar, Dana BOS SMAN 1 Panyabungan Timur Diduga Di-markup

5
×

Realisasi Anggaran Fantastis Tapi Sekolah Telantar, Dana BOS SMAN 1 Panyabungan Timur Diduga Di-markup

Sebarkan artikel ini

Madina, Sergapnews.co – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMA Negeri 1 Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kini menjadi sorotan tajam.

Kepala Sekolah berinisial AH alias Arpin Harahap diduga kuat melakukan praktik korupsi dan penggelembungan (mark-up) anggaran pada tahun anggaran 2024 dan 2025.

Dugaan ini menguat setelah ditemukan ketidaksesuaian fatal antara laporan realisasi anggaran yang bernilai fantastis dengan kondisi riil fasilitas sekolah di lapangan.

Berdasarkan data investigasi yang dihimpun awak media, berikut adalah rincian penyerapan anggaran dana BOS SMAN 1 Panyabungan Timur yang dinilai mencurigakan:

Realisasi Dana BOS Tahun Anggaran 2024
Tahap 1:
Administrasi Kegiatan Sekolah: Rp54.146.500
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana: Rp22.778.000
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB): Rp10.765.000
Tahap 2:
Pengembangan Perpustakaan: Rp58.175.500
Administrasi Kegiatan Sekolah: Rp54.087.000
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana: Rp64.505.918
Realisasi Dana BOS Tahun Anggaran 2025
Tahap 1:
Administrasi Kegiatan Sekolah: Rp50.574.000
Pengembangan Perpustakaan: Rp38.190.000
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB): Rp10.765.000
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana: Rp6.878.000
Tahap 2:
Administrasi Kegiatan Sekolah: Rp54.317.000
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana: Rp36.296.000
Pengembangan Perpustakaan: Rp27.525.000
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB): Rp180.000

Fakta Lapangan: Anggaran Puluhan Juta, Sekolah Tetap Kupak-Kapik

Tingginya alokasi anggaran belanja pemeliharaan sarana-prasarana serta pengembangan perpustakaan dinilai berbanding terbalik dengan fakta di lokasi.

Berdasarkan pantauan langsung di lingkungan sekolah, SMAN 1 Panyabungan Timur tampak sangat kumuh dan terkesan dibiarkan tanpa perawatan.

Tim investigasi menemukan sejumlah kerusakan fisik yang mencolok dan memprihatinkan, di antaranya:

Plafon dan Loteng: Banyak titik loteng sekolah yang sudah jebol, lapuk, dan mengalami kerusakan parah akibat bocor.

Fasilitas Ruang Kelas: Banyak kaca jendela sekolah yang pecah dan dibiarkan bolong tanpa ada upaya perbaikan.

Mobiler Sekolah: Fasilitas meja dan kursi (mobiler) untuk siswa maupun guru banyak yang rusak serta tidak layak pakai.
Kepala Sekolah Bungkam dan Blokir Kontak Wartawan

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Sekolah SMAN 1 Panyabungan Timur, Arpin Harahap, memilih bungkam dan terkesan menghindar dari awak media.

Saat dikonfirmasi melalui panggilan telepon dan pesan WhatsApp, nomor wartawan justru langsung diblokir oleh yang bersangkutan.

Tak sampai di situ, saat awak media mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi langsung, kepala sekolah tidak berada di tempat. Menurut keterangan dari petugas keamanan (satpam) sekolah, kepala sekolah sedang keluar.

Melihat kondisi ini, masyarakat bersama pengamat pendidikan mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara serta Aparat Penegak Hukum (APH)—baik Kejaksaan maupun Kepolisian—untuk segera turun ke lapangan melakukan audit investigasi. Uang rakyat yang dialokasikan demi kecerdasan generasi bangsa tidak boleh diselewengkan untuk kepentingan pribadi.

(M.hsb)

Tinggalkan Balasan