PADANG LAWAS, Sergapnews.co — Setiap perjalanan pengabdian memiliki akhir, tetapi keteladanan dan jasa seorang insan Bhayangkara akan selalu hidup dalam kenangan.
Sosok itu adalah IPDA Irianto, seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang telah mendedikasikan perjalanan hidupnya untuk institusi Polri dan masyarakat.
Lahir di Deli Serdang pada 8 September 1968, IPDA Irianto mengawali perjalanan pengabdiannya melalui pendidikan Diktugba Tahun Anggaran 1990.
Perjalanan dinasnya memiliki kisah tersendiri. Polsek Sosa menjadi tempat penempatan pertamanya sebagai Bintara Polri. Di tempat yang sama pula, beliau mengakhiri masa dinasnya, setelah puluhan tahun menjalani pengabdian sebagai anggota Kepolisian.
Sebuah perjalanan yang penuh makna. Berawal dari Polsek Sosa, dan kembali menuntaskan pengabdian di Polsek Sosa.
Atas pengabdiannya, IPDA Irianto dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya, sebuah penghargaan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Beliau pun menuntaskan masa dinas dengan menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua atau IPDA.
Bagi seorang anggota Polri, pangkat bukan sekadar tanda di pundak. Di baliknya terdapat perjalanan panjang, tanggung jawab, pengorbanan, serta kesetiaan dalam menjalankan tugas.
Kini, masa purna tugas telah tiba. Seragam yang selama ini dikenakan mungkin akan disimpan, rutinitas kedinasan akan berakhir, tetapi nilai-nilai pengabdian dan kenangan bersama rekan sejawat akan tetap melekat.
IPDA Irianto telah menuntaskan tugas kedinasannya. Namun, semangat Bhayangkara yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya akan terus menjadi teladan bagi generasi penerus Polri.
Terima kasih, IPDA Irianto, atas pengabdian yang telah diberikan.
Selamat memasuki masa purnabakti. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, umur panjang, serta berkat yang melimpah bersama keluarga tercinta.
Purna tugas bukan akhir dari pengabdian. Sekali Bhayangkara, tetap Bhayangkara. (Siregar)




















