MERANTI, Sergapnews.co – Masuknya jaringan listrik di Desa Kepau Baru, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh warga. Keterbatasan daya membuat pasokan listrik di wilayah tersebut belum maksimal.
Kepala Desa Kepau Baru, Acat, menjelaskan bahwa daya yang ada saat ini hanya mampu melayani penyambungan untuk 150 pelanggan. Jumlah tersebut berdasarkan hasil kesepakatan antara pemerintah desa dan masyarakat setempat.
”Insyaallah dalam minggu ini, pemasangan meteran kWh untuk 150 pelanggan tersebut akan segera terealisasi,” ujar Acat.
Acat berharap pihak PLN ULP Selatpanjang dapat secepatnya melakukan penambahan mesin agar warga lain yang belum terakomodasi bisa turut menikmati fasilitas listrik.
”Masyarakat kami sudah sangat lama mendambakan listrik 24 jam seperti desa-desa lainnya. Jika semua rumah sudah tersambung, masalah kelistrikan di desa ini tentu tidak akan menjadi persoalan lagi,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Manajer PLN ULP Selatpanjang, Roni Saputra, membenarkan bahwa kapasitas daya mesin saat ini belum mencukupi untuk melayani seluruh warga Desa Kepau Baru.
”Kapasitas surplus mesin kami hanya sekitar 300 kW, sehingga hanya mampu melayani kurang lebih 150 pelanggan. Permasalahan ini sudah kami sampaikan kepada Pemdes Kepau Baru agar memprioritaskan data 150 warga yang disepakati untuk disambung terlebih dahulu,” kata Roni. Data calon pelanggan tersebut kini telah diserahkan oleh pihak desa kepada PLN.
Terkait usulan penambahan mesin, Roni menyebutkan bahwa pihaknya akan segera mengajukan permohonan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi, meski belum dapat memastikan jadwal realisasinya.
Persoalan ini turut mendapat perhatian dari DPC Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Penegak Keadilan Republik Indonesia (LSM KPK-RI) Kabupaten Kepulauan Meranti. Ketua DPC LSM KPK-RI Meranti, Jamaludin, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemdes Kepau Baru dalam memperjuangkan kebutuhan dasar warganya.
”Kami mendukung penuh upaya Pemdes Kepau Baru. Warga sudah sekian lama mendambakan listrik 24 jam. Kami meminta PLN ULP Selatpanjang segera mengupayakan penambahan mesin agar masalah ini tidak berlarut-larut,” pungkas Jamaludin. (Rustam)





























