CIAMIS, Sergapnews.co – Program Ngobrol Bareng Sahabat (Ngobras) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis kembali bergulir. Ada yang berbeda pada pelaksanaan kali ini, Kepala Lapas (Kalapas) Ciamis memimpin langsung jalannya acara yang digelar di Aula Lapas Kelas IIB Ciamis, Kamis (10/9/2026).
Dalam arahannya, Kalapas Ciamis menekankan bahwa setiap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan. Menurutnya, perubahan masa depan bergantung pada kemauan pribadi untuk merencanakan dan mengeksekusinya setelah bebas nanti.
”Setiap warga binaan punya keinginan yang sama untuk sukses, tetapi sering kali lupa menyiapkan langkahnya. Program Ngobras ini menjadi wadah interospeksi diri dari kesalahan masa lalu sekaligus merencanakan masa depan yang lebih baik,” ujar Kalapas.
Ia mengibaratkan masa pembinaan seperti seorang seniman yang berlatih sebelum tampil di atas panggung.
”Bayangkan jika seorang musisi atau pemain gitar tidak latihan terlebih dahulu, apakah akan tercipta musik yang harmonis? Tentu tidak. Jadikan Ngobras ini tempat melatih dan mengembangkan diri agar siap menjadi manusia sukses setelah bebas nanti. Tidak ada kata terlambat untuk berubah,” tegasnya.
Wadah Bertukar Pikiran dan Motivasi
Selain menghadirkan Ustaz Ishak Asy’ari sebagai pemateri, Kalapas meyakini setiap warga binaan memiliki pengalaman dan pengetahuan yang bernilai untuk saling dibagikan.
Forum Ngobras diinisiasi sebagai ruang yang mempertemukan warga binaan dengan para pembina, praktisi, tokoh akademisi, pelaku usaha, hingga profesional. Melalui interaksi ini, peserta dapat berbagi motivasi, mencari solusi, dan menangkap peluang sebagai bekal kembali ke masyarakat.
”Harapannya, Ngobras mampu membangun kesadaran, mendorong perubahan, dan menciptakan kemandirian sehingga saat kembali ke tengah masyarakat, warga binaan bisa membawa manfaat,” tambahnya.
Respons Positif Warga Binaan
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh salah satu warga binaan bernama Tian. Ia mengaku makin bersemangat merancang rencana usaha setelah bebas kelak.
”Pikiran saya makin terbuka dan ilmu bertambah berkat program Ngobras. Terima kasih kepada Kalapas Ciamis. Program ini membuat kami lebih siap, memiliki rencana yang matang, serta mimpi tinggi untuk membangun usaha dan bermanfaat bagi orang lain,” kata Tian.
Sementara itu, Ustaz Ishak Asy’ari dalam penutup materinya memberikan doa serta apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia mengingatkan pentingnya ikhtiar dalam mengubah nasib.
”Ingat, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka sendiri yang berusaha mengubahnya. Semoga program ini melahirkan warga binaan yang siap guna dan berguna bagi masyarakat luas,” tutur Ustaz Ishak.
Menutup kegiatan, Kasubsi Registrasi dan Bimkemas, Didiek, mengimbau seluruh peserta untuk terus aktif dalam setiap sesi Ngobras.
”Konsep Ngobras adalah pembelajaran dua arah. Bukan hanya dari pemateri, tetapi seluruh peserta memiliki ruang untuk didengar dan mendengarkan. Setiap warga binaan punya inspirasi yang bisa dibagikan kepada sesama untuk kemajuan bersama,” tutup Didiek. (Red)





























