Scroll untuk baca berita
DAERAHJAWA BARATNASIONAL

Pidato Kenegaraan Prabowo Soroti Bahasa Asing, Pertumbuhan Ekonomi, Danantara hingga Target Ekonomi 2027

106
×

Pidato Kenegaraan Prabowo Soroti Bahasa Asing, Pertumbuhan Ekonomi, Danantara hingga Target Ekonomi 2027

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Sergapnews.co Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah capaian pemerintah sekaligus target pembangunan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti bidang pendidikan, ekonomi, investasi, ketahanan pangan, hingga sejumlah program prioritas pemerintah.

Bahasa Asing Mulai Ditekankan Sejak SD
Prabowo menyampaikan rencana pemberlakuan pembelajaran bahasa asing sejak kelas 1 sekolah dasar.

Menurutnya, penguasaan bahasa asing sejak usia dini penting untuk meningkatkan kemampuan anak Indonesia ketika memasuki dunia kerja.
Sejumlah bahasa yang disebut antara lain Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol dan Prancis.

“Penguasaan bahasa asing merupakan bagian dari upaya memberikan akses pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Danantara Dinilai Cepat Hasilkan Keuntungan
Prabowo juga memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan Badan Pengelola Investasi Danantara.

Ia menyebut hingga 29 April 2026 telah dilakukan groundbreaking terhadap 26 proyek hilirisasi.
Atas capaian tersebut, Prabowo menyampaikan rencana pemberian bintang kehormatan negara kepada para pimpinan Danantara dan meminta persetujuan anggota DPR serta DPD yang hadir.

Klaim 121 Kebijakan Transformatif
Presiden menyebut pemerintah dalam 21 bulan atau 663 hari telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif.

Prabowo menyatakan rata-rata terdapat satu kebijakan yang dihasilkan setiap lima hari. Namun, klaim tersebut mendapat catatan dari peneliti Nalar Institute sekaligus Sekretaris Jenderal Konferensi Republik, Yanuar Nugroho.

Menurut Yanuar, jumlah kebijakan bukan ukuran utama sebuah transformasi. Yang lebih penting adalah dampak atau outcome kebijakan terhadap masyarakat, seperti peningkatan produktivitas, penurunan stunting, kenaikan pendapatan riil dan pengurangan kemiskinan struktural.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR dari Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira juga menilai capaian pemerintah pada akhirnya harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pertumbuhan Ekonomi Semester I 2026 Capai 5,45 Persen
Di bidang ekonomi, Prabowo melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga semester I-2026 mencapai 5,45 persen, sementara pertumbuhan kuartal I-2026 disebut mencapai 5,61 persen.

Presiden optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir 2026 dapat mencapai 6 persen, didukung peningkatan investasi.

Realisasi investasi sepanjang 2025 disebut mencapai Rp1.931 triliun dan menyerap sekitar 2,7 juta tenaga kerja. Sementara semester I-2026 mencapai Rp1.010 triliun dengan penyerapan sekitar 1,4 juta tenaga kerja.

Prabowo juga menyampaikan sejumlah capaian pemerintah di bidang pangan, termasuk klaim swasembada delapan komoditas, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar dan cabai rawit.

MBG dan Kopdes Merah Putih
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi salah satu fokus pidato Presiden.

Prabowo menegaskan program tersebut akan terus dilanjutkan, termasuk untuk anak sekolah, ibu hamil dan lanjut usia.

Untuk program Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah disebut telah membangun sekitar 10.000 koperasi, dengan 3.300 di antaranya diklaim telah beroperasi optimal.

Pemerintah menargetkan 30.000 Kopdes Merah Putih beroperasi hingga akhir 2026.

RAPBN 2027 Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Dalam pidato pengantar Nota Keuangan dan RAPBN 2027, pemerintah mengusulkan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro.

Pertumbuhan ekonomi 2027 ditargetkan sebesar 6 persen, inflasi 2,5 persen, nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS, serta tingkat bunga SBN 10 tahun sebesar 6,9 persen.

Harga minyak mentah Indonesia atau ICP diasumsikan USD75 per barel, dengan target lifting minyak 610 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 954 ribu barel setara minyak per hari.

Defisit APBN ditargetkan sebesar 2,4 persen terhadap PDB. Pendapatan negara diproyeksikan mencapai Rp3.426 triliun, sedangkan belanja negara sekitar Rp4.097 triliun.

Capaian Pemerintah Dinilai Perlu Diukur dari Dampaknya
Di tengah berbagai capaian yang disampaikan Presiden, sejumlah pihak mengingatkan agar keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur berdasarkan jumlah kebijakan, pertumbuhan ekonomi maupun nilai investasi.

Data ketenagakerjaan masih menunjukkan adanya tantangan. Pengangguran terbuka tercatat 4,65 persen pada Mei 2026, sementara rata-rata upah buruh sekitar Rp3,33 juta.

Jumlah pekerja sektor informal juga masih mendominasi, mencapai sekitar 87,88 juta orang atau 59,3 persen dari total penduduk bekerja.

Karena itu, pertanyaan penting setelah pidato kenegaraan tersebut adalah sejauh mana pertumbuhan ekonomi dan kebijakan pemerintah benar-benar meningkatkan produktivitas, menciptakan pekerjaan berkualitas, menaikkan pendapatan masyarakat dan mengurangi kesenjangan.

Pertumbuhan ekonomi dan investasi yang meningkat menjadi modal penting. Namun, tantangan pemerintah berikutnya adalah memastikan capaian tersebut diterjemahkan menjadi perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

(Red) Sergapnews.co

Tinggalkan Balasan