Scroll untuk baca berita
DAERAHPENDIDIKAN

Dugaan Penggiringan Kontraktor pada Proyek Revitalisasi SDN 1 Nagarawangi Jadi Sorotan Publik

51
×

Dugaan Penggiringan Kontraktor pada Proyek Revitalisasi SDN 1 Nagarawangi Jadi Sorotan Publik

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, Sergapnews.co – Pelaksanaan program revitalisasi sarana dan prasarana di SDN 1 Nagarawangi, Kota Tasikmalaya, menuai perhatian publik setelah muncul pernyataan kepala sekolah yang mengindikasikan adanya arahan penggunaan kontraktor tertentu dalam proyek bantuan pemerintah pusat tersebut.

Keterangan itu disampaikan Kepala SDN 1 Nagarawangi saat memberikan penjelasan kepada awak media terkait proses pelaksanaan program revitalisasi yang bersumber dari pemerintah pusat.

Menurutnya, pada Desember 2025 pihak sekolah didatangi tim yang mengatasnamakan Sahabat Aslim. Dalam pertemuan tersebut, sekolah diinformasikan sebagai salah satu penerima bantuan revitalisasi berdasarkan data Dapodik.

Setelah itu, pihak sekolah diminta menyusun proposal dan mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang disebut diselenggarakan oleh pihak Kesekretariatan Presiden.

“Sekolah diberikan pilihan pelaksanaan pembangunan melalui swakelola atau pihak ketiga. Karena kami meminta arahan terkait pelaksanaannya, kemudian diarahkan agar pekerjaan dilaksanakan oleh CV Salamon Jaya,” ujar kepala sekolah kepada wartawan.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan terkait independensi sekolah dalam menentukan pelaksana proyek revitalisasi. Pasalnya, program revitalisasi sekolah yang mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 menekankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kewenangan penerima bantuan dalam pengelolaan program.

Sejumlah pihak menilai, apabila terdapat arahan yang mengarah pada penggunaan perusahaan tertentu, maka hal tersebut perlu diklarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan dugaan pengondisian proyek maupun konflik kepentingan.

Publik kini menunggu penjelasan resmi dari pihak Kesekretariatan Presiden mengenai keberadaan dan kewenangan tim yang disebut sebagai Sahabat Aslim, termasuk mekanisme pendampingan terhadap sekolah penerima bantuan revitalisasi.

Selain itu, masyarakat juga berharap adanya pengawasan dari instansi terkait agar pelaksanaan program revitalisasi pendidikan berjalan sesuai aturan dan benar-benar berorientasi pada peningkatan kualitas sarana belajar mengajar.

(Rahmat)

Tinggalkan Balasan