JAWA BARATPENDIDIKAN

Apresiasi Program Giat Berseka SMAN 1 Sukadana 

164
×

Apresiasi Program Giat Berseka SMAN 1 Sukadana 

Sebarkan artikel ini

Ciamis, sergapnews.co – SMAN 1 Sukadana Kabupaten Ciamis Jawa Barat Patut di apresiasi sekaligus di contoh untuk sekolah lainnya dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah, guna kenyamanan dalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).

Dengan program Berseka, yakni rutinitas tiap hari Senin selepas upacara bendera, para pendidik, tenaga kependidikan, serta para siswa SMAN 1 Sukadana mengadakan baksos atau menggelar kegiatan Berseka yang di pimpin oleh Kepala Sekolahnya.

Dilansir dari Instagram smansa.sukadana, Cucu Tresna Sumadi S.Pd, M.Pd selaku Kepala Sekolah menyampaikan bahwa kegiatan Berseka tersebut merupakan program rutin setiap hari Senin selepas upacara bendera, kegiatan tersebut merupakan upaya berkelanjutan dalam upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja.

Dalam kegiatan kerja bakti tersebut berbagai area di bersihkan, meliputi trotoar, salurkan air, hingga ruang terbuka di sekitar kantor. Dengan cara penyapuan, pengangkatan sampah, serta pembersihan saluran drainase guna memastikan lingkungan tetap bersih dan bebas dari sumbatan.

“Dan pelaksanaan Senin Berseka juga sejalan dengan upaya mendukung gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah). Yang mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen termasuk aparatur sipil negara, dalam menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan hidup” paparnya.

Pungkasnya, gerakan Berseka ini menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan dimulai dari lingkungan kerja.

(Yat Jr)

Tinggalkan Balasan

JAWA BARAT

Aktivitas kendaraan tangki beridentitas PT Sinar Raya Energi (SRE) di kawasan Pelabuhan Cirebon menjadi sorotan dan mendorong perlunya verifikasi asal-usul, jenis, serta tujuan distribusi BBM. APH dan BPH Migas diharapkan menelusuri legalitas pengangkutan dan memastikan status BBM subsidi atau nonsubsidi berdasarkan dokumen serta bukti yang sah. Hingga berita diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.

PENDIDIKAN

Jika benar kepala sekolah tidak pernah memerintahkan adanya permintaan uang Rp20.000 dan satu buku Yasin untuk pengambilan ijazah, maka perlu dijelaskan secara terbuka siapa yang meminta, atas dasar apa permintaan tersebut dibuat, serta untuk kepentingan apa uang dan buku Yasin itu dikumpulkan. Klarifikasi diperlukan agar persoalan ini tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.”