Scroll untuk baca berita
DAERAHJAWA BARAT

Perkuat Perekonomian Masyarakat, Pemdes Waringinsari Bangun Kawasan Agropolitan

25
×

Perkuat Perekonomian Masyarakat, Pemdes Waringinsari Bangun Kawasan Agropolitan

Sebarkan artikel ini

Banjar, sergapnews.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, tengah memfokuskan pembangunan pada pengembangan Kawasan Agropolitan sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Kepala Desa Waringinsari, Kuswanti, saat dikonfirmasi awak media, menjelaskan bahwa kawasan Agropolitan tersebut berada di bantaran Sungai Citanduy dengan luas sekitar 105,68 hektare Ibuhnya Rabu 17/12/2025.

Area ini merupakan bagian dari total luas wilayah Desa Waringinsari yang mencapai 685 hektare.

“Dari total luas wilayah desa, sekitar 618 hektare atau 90,24 persen merupakan lahan pertanian produktif.

Mayoritas penduduk Waringinsari juga berprofesi sebagai petani, yakni sebanyak 2.015 jiwa dari total 9.385 penduduk atau sekitar 21,47 persen,” jelas Kuswanti.

Ia menambahkan, pengembangan Kawasan Agropolitan diharapkan menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam meningkatkan hasil pertanian sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi.

“Lahan di bantaran Sungai Citanduy sejak lama telah dikelola warga menjadi kebun produktif.

Kini kami berupaya menatanya secara lebih terarah agar potensi tersebut benar-benar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya.

Berbagai komoditas unggulan telah dikembangkan di kawasan tersebut, di antaranya belimbing, jeruk, jambu kristal, bengkuang, pepaya, serta berbagai tanaman hortikultura lainnya.

Mayoritas lahan yang dimanfaatkan juga telah memiliki sertifikat hak milik (SHM) atas nama warga.

Dalam rencana tata ruang, dari total 105,68 hektare kawasan Agropolitan, seluas 88,39 hektare dialokasikan untuk area tanaman, sementara 17,18 hektare diperuntukkan bagi utilitas publik.

Fasilitas penunjang yang direncanakan meliputi jalan lingkungan, outlet produk pertanian, amphiteater, plaza, shelter, kolam retensi, lapangan sepak bola, serta infrastruktur pendukung lainnya. Total panjang jaringan jalan yang akan dibangun mencapai 13,46 kilometer.

Selain itu, Pemdes Waringinsari juga tengah menyiapkan Pasar Caplek sebagai pusat pemasaran hasil pertanian lokal. Pasar tersebut dirancang menjadi simpul distribusi sekaligus sarana promosi produk pertanian unggulan warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjar menyatakan dukungannya terhadap inisiatif pengembangan kawasan Agropolitan tersebut.

“Kami telah menyalurkan 1.000 bibit belimbing kepada kelompok tani Waringinsari. Ini merupakan bagian dari program penguatan komoditas lokal agar menjadi ikon pertanian khas Kota Banjar,” ungkapnya.

Dengan potensi lahan yang besar, dukungan kebijakan pemerintah, serta partisipasi aktif masyarakat, pengembangan Kawasan Agropolitan Waringinsari diharapkan dapat menjadi model sinergi antara pertanian produktif, pembangunan berkelanjutan, dan pemberdayaan ekonomi lokal, khususnya di wilayah perbatasan Jawa Barat.

(Yat Jr)

 

Tinggalkan Balasan

DAERAH

“PT Fajar Baizuri & Brothers membantah tegas tudingan pencemaran Sungai Krueng Tadu yang disebut menyebabkan kematian hewan ternak dan ikan. Perusahaan menegaskan bahwa pengelolaan limbah telah sesuai prosedur dan tidak ditemukan bukti pencemaran di lapangan. Bahkan, aktivitas masyarakat seperti memancing masih berlangsung normal, sementara kehadiran perusahaan dinilai membawa dampak positif bagi ekonomi dan pembangunan desa.”

DAERAH

Polisi dari Kapal Polisi (KP) Tekukur–5010 Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pelaku beserta lima botol yang diduga berisi bahan peledak serta sejumlah peralatan selam yang digunakan untuk melakukan aksi bom ikan.