Scroll untuk baca berita
NAGANRAYA

Hari Bumi 2026, LPLHI-KLHI Aceh Serukan Aksi Nyata Selamatkan Lingkungan

158
×

Hari Bumi 2026, LPLHI-KLHI Aceh Serukan Aksi Nyata Selamatkan Lingkungan

Sebarkan artikel ini

NAGAN RAYA, sergapnews.co – Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia–Kawasan Laut, Hutan dan Industri (LPLHI-KLHI) memperingati Hari Bumi Sedunia yang jatuh setiap 22 April. Pada tahun 2026, peringatan tersebut dipusatkan di Lukop, Kabupaten Aceh Timur, dengan mengusung semangat perubahan nyata terhadap kelestarian lingkungan.

Hari Bumi tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk mendorong perubahan cara pandang dan perilaku manusia terhadap alam. Mulai dari pola pikir, gaya hidup, hingga cara menjaga lingkungan, semua menjadi bagian dari upaya menyelamatkan bumi yang saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan serius.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai indikator menunjukkan kondisi bumi yang kian memprihatinkan. Peningkatan suhu global, frekuensi bencana alam yang semakin tinggi, serta menurunnya kualitas udara menjadi bukti nyata dampak dari aktivitas manusia yang kurang memperhatikan keseimbangan lingkungan.

Meski demikian, harapan tetap ada. Setiap langkah kecil dinilai memiliki dampak besar, seperti mengurangi penggunaan plastik, menanam pohon, menghemat energi, beralih ke transportasi ramah lingkungan, hingga mendorong kebijakan yang berpihak pada kelestarian alam.

Ketua DPD LPLHI-KLHI Nagan Raya, Ibnu Hakim, M.P, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Hari Bumi 2026 yang mengusung tema “Our Power, Our Planet” atau “Energi Kita, Planet Kita”. Ia menegaskan pentingnya mendorong penggunaan energi terbarukan sebagai solusi masa depan.
“Pada Hari Bumi ini, kita diajak untuk mendukung energi terbarukan dan peningkatan pembangkitan listrik global hingga tahun 2030. Ini penting untuk mengurangi dampak perubahan iklim,” ujar Ibnu Hakim.

Mengutip Earthday.org, energi terbarukan dinilai sangat potensial karena bersumber dari alam yang melimpah seperti matahari, air, angin, dan panas bumi. Selain itu, pemanfaatannya mampu menekan emisi gas rumah kaca yang menjadi salah satu penyebab utama kerusakan lingkungan.
Ibnu Hakim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga bumi sebagai warisan bagi generasi mendatang.

“Kita tidak mewarisi bumi dari nenek moyang kita, tetapi meminjamnya dari anak cucu kita,” tegasnya.

Melalui peringatan Hari Bumi 2026 ini, LPLHI-KLHI Aceh berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat, serta mendorong aksi nyata demi keberlanjutan bumi.

Baca Juga:

Mantan Kadis Nagan Raya Resmi Dilantik Jadi Kadis Peternakan Aceh

Diduga Manipulasi AMDAL dan CSR Bermasalah, Sejumlah PKS di Nagan Raya Terancam Sanksi Pidana

 

Tinggalkan Balasan

DAERAH

Tudingan terhadap Galian C Suak Palembang yang disebut tidak memiliki IUP serta dugaan setoran kepada APH harus dibuktikan dengan fakta dan data. Sejak awal, Galian C tersebut telah memiliki izin resmi dan kini sedang dalam proses perpanjangan. Pemberitaan yang menyudutkan tanpa dasar kuat merupakan bentuk pencemaran nama baik dan harus dipertanggungjawabkan secara hukum.”
— Mukhtarudin, Nagan Raya