PEKANBARU, sergapnews.co – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan aparatur Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Ipan, S.H., perwakilan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis, berhasil meraih peringkat VIII dari total 42 peserta tingkat nasional dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XXIV.
Kegiatan pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau dan berlangsung sejak 22 Agustus hingga 19 Desember 2025, bertempat di Kota Pekanbaru.
Inovasi Digital “SIMANJA”
Keberhasilan Ipan diraih melalui Aksi Perubahan bertajuk “Peningkatan Layanan Pembinaan Kepribadian SDM Lapas Kelas IIB Ciamis melalui Sistem Informasi dengan Jawaban Akurat (SIMANJA)”.
Inovasi digital SIMANJA dirancang sebagai solusi atas kebutuhan transparansi, efektivitas, dan efisiensi dalam pengelolaan data pembinaan kepribadian warga binaan, sekaligus optimalisasi manajemen sumber daya manusia di lingkungan Lapas.
Sistem ini mampu menyajikan data secara cepat, presisi, dan akuntabel, sehingga mendukung pengambilan keputusan pimpinan berbasis data yang valid.
Dalam proses penyusunan dan implementasi Aksi Perubahan, Ipan mendapatkan pendampingan intensif dari para pembimbing, yakni:
Mentor: James P. Tampubolon, S.H., M.H.
Coach: H. Sugiarto, S.ST., M.Si.
Sementara itu, pada tahapan evaluasi akhir, inovasi SIMANJA diuji langsung oleh Dr. Andi Amin Akhiruddin, S.STP., M.Si., yang memberikan apresiasi tinggi terhadap orisinalitas serta manfaat sistem tersebut bagi penguatan kinerja organisasi.
“Pencapaian ini bukan semata soal peringkat, melainkan bagaimana inovasi SIMANJA dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan pembinaan di Lapas Kelas IIB Ciamis,” ujar Ipan Selasa 23)12/2025. usai menerima hasil penilaian.
Dampak Positif bagi Lapas Kelas IIB Ciamis Raihan peringkat VIII nasional ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Kelas IIB Ciamis dalam mendukung transformasi digital di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Ke depan, SIMANJA diharapkan dapat menjadi role model bagi unit pelaksana teknis lainnya dalam pengelolaan layanan pembinaan yang lebih modern, transparan, dan akurat.
(Red-MIR)























