PANGANDARAN, SERGAPNEWS.CO – Serikat Petani Pasundan (SPP) Kabupaten Pangandaran melaksanakan kegiatan gotong royong perawatan tanaman, pemupukan, dan penyiraman di kawasan pesisir Batu Hiu, Blok Bulak Laut, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap kelestarian lingkungan pesisir, menyusul banyaknya tanaman yang mengalami kekeringan hingga mati akibat kemarau panjang.
Sejumlah tanaman, seperti pohon kelapa, cemara, dan ketapang, dilaporkan mengalami kerusakan akibat minimnya pasokan air.
Kegiatan ini diikuti anggota SPP dari berbagai wilayah, Penasehat SPP Asep Noordin, serta Dewan Pimpinan Harian (DPH) SPP Kabupaten Pangandaran Yosep Nurhidayat.
Para anggota bersama-sama melakukan perawatan tanaman, pemupukan menggunakan pupuk kandang, serta penyiraman secara swadaya dan gotong royong.
Tidak hanya anggota laki-laki, ibu-ibu anggota SPP juga turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemupukan hingga penyiraman tanaman di sepanjang kawasan pesisir.
Dalam pelaksanaannya, SPP turut mendapat bantuan dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pangandaran yang membantu proses penyiraman. Kegiatan berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB.
Perawatan Tanaman sebagai Tanggung Jawab Moral
Kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral SPP dalam menjaga kawasan pesisir dan mendukung upaya penghijauan serta pencegahan abrasi.
Tanaman yang dirawat merupakan bagian dari program penanaman yang telah dilaksanakan pada 2025.
SPP menilai bahwa penanaman pohon tidak cukup hanya dilakukan sekali, tetapi harus diikuti dengan perawatan berkelanjutan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat ekologis bagi kawasan pesisir.
Selain menyiram dan memberikan nutrisi, SPP juga melakukan tambal sulam atau penanaman kembali pada sejumlah titik yang tanamannya mati akibat kekeringan.
Organisasi tersebut berharap kondisi cuaca mulai membaik menjelang musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada November hingga Desember, serta berlanjut pada awal tahun mendatang.
Seluruh kebutuhan pupuk dan kegiatan perawatan tanaman dilaksanakan melalui swadaya anggota SPP. Setiap pimpinan Organisasi Tani Lokal (OTL) yang hadir membawa pupuk kandang untuk digunakan sebagai nutrisi bagi tanaman yang dirawat.
SPP menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif mandiri organisasi, tanpa keterlibatan anggaran pemerintah. Meski demikian, SPP mengapresiasi dukungan petugas Damkar Kabupaten Pangandaran yang turut membantu penyiraman tanaman hingga malam hari.
Ke depan, SPP berencana terus berkoordinasi dengan pihak Damkar untuk mengupayakan penyiraman secara berkala selama musim kemarau.
Salah satu usulan yang akan disampaikan adalah penyiraman minimal satu kali dalam sepekan apabila kondisi kekeringan masih berlangsung.
Dorong Pemerintah Daerah Ikut Merawat Kawasan Pesisir
SPP juga mengimbau Pemerintah Kabupaten Pangandaran agar memberikan perhatian lebih terhadap perawatan tanaman yang telah ditanam di kawasan pesisir Batu Hiu hingga Sukaresik.
Menurut SPP, upaya tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk menyiram tanaman minimal satu kali dalam sepekan selama musim kemarau serta mengganti pohon-pohon yang mati akibat kekeringan.
Perawatan pohon kelapa dan cemara di sepanjang pesisir dinilai penting untuk mendukung penghijauan, menjaga kualitas lingkungan, serta membantu mempertahankan fungsi ekologis kawasan pantai.
SPP berharap adanya sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak terkait agar kawasan konservasi pesisir dapat terjaga dengan baik.
Melalui kegiatan gotong royong ini, SPP Kabupaten Pangandaran menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan merawat lingkungan pesisir.
Harapannya, kawasan Batu Hiu dan sekitarnya dapat berkembang menjadi wilayah pesisir yang lebih hijau, asri, dan memiliki ekosistem yang terjaga demi keberlangsungan lingkungan bagi generasi mendatang.
(BST)



























