Scroll untuk baca berita
NAGANRAYANASIONAL

LPLHI-KLHI dan PT Socfindo Seunagan Sosialisasikan Pemanfaatan Limbah PKS di SMPN 1 Kuala Nagan Raya

36
×

LPLHI-KLHI dan PT Socfindo Seunagan Sosialisasikan Pemanfaatan Limbah PKS di SMPN 1 Kuala Nagan Raya

Sebarkan artikel ini

NAGAN RAYA Sergapnews.co – Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia–Kawasan Laut Hutan dan Industri (LPLHI-KLHI) Kabupaten Nagan Raya bersama PT Socfindo Seunagan menggelar sosialisasi pemanfaatan limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sebagai penunjang pembelajaran prakarya di SMP Negeri 1 Kuala, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus mendorong kreativitas peserta didik melalui pemanfaatan limbah yang memiliki nilai ekonomi dan edukasi.

Ketua LPLHI-KLHI Nagan Raya, Ibnu Hakim, M.P, mengatakan sosialisasi ini merupakan langkah nyata lembaganya dalam memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

“Program ini bukan hanya tentang memanfaatkan limbah di sekitar sekolah, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku peduli lingkungan bagi seluruh siswa. Kami ingin peserta didik dan tenaga pendidik memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah melalui pembelajaran prakarya,” ujar Ibnu Hakim.

Ia menjelaskan, setelah pemberian materi sosialisasi, pihaknya akan menyusun program pendampingan bagi siswa untuk menggali potensi limbah PKS menjadi produk kreatif yang bermanfaat.

Sementara itu, pemateri dari PT Socfindo Seunagan, M Haris Lazuar Saragih memaparkan berbagai potensi pemanfaatan limbah PKS, mulai dari proses pemilahan sampah, pengolahan limbah organik dan anorganik, hingga nilai ekonomi yang dapat dihasilkan.

Menurutnya, limbah PKS tidak seharusnya dipandang sebagai masalah apabila dikelola dengan baik dan kreatif.

“Limbah PKS memiliki nilai ekonomi dan sosial. Ini bukan hanya soal sampah, tetapi juga membangun kesadaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan,” jelasnya.
Mohd Kausar juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak sekolah dalam menciptakan budaya kreatif dan peduli lingkungan sejak dini.

“Jika anak-anak terbiasa berpikir kreatif dan memahami manfaat pengelolaan limbah sejak sekolah, maka kebiasaan itu akan terbawa hingga dewasa. Peran guru sangat penting sebagai penggerak dan pendamping,” tambahnya.

Kepala SMP Negeri 1 Kuala, Hj. Neni Malia, S.Pd., M.Pd, menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan program Adiwiyata di lingkungan sekolah.
Menurutnya, pendidikan lingkungan tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui keterlibatan aktif seluruh warga sekolah.

“Kami berharap pengelolaan dan pemanfaatan limbah dapat diterapkan secara konsisten dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik untuk membangun daya pikir yang kreatif dan peduli lingkungan,” ujarnya.

Ke depan, SMP Negeri 1 Kuala berencana memperluas program melalui praktik langsung, kolaborasi bersama LPLHI-KLHI dan pelaku industri PKS, serta integrasi pendidikan lingkungan dalam proses pembelajaran.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan sekolah yang kreatif, berbudaya lingkungan, dan berkelanjutan sejalan dengan semangat pendidikan karakter dan program Adiwiyata.

Penulis: F. Juliawan

Tinggalkan Balasan

DAERAH

Tudingan terhadap Galian C Suak Palembang yang disebut tidak memiliki IUP serta dugaan setoran kepada APH harus dibuktikan dengan fakta dan data. Sejak awal, Galian C tersebut telah memiliki izin resmi dan kini sedang dalam proses perpanjangan. Pemberitaan yang menyudutkan tanpa dasar kuat merupakan bentuk pencemaran nama baik dan harus dipertanggungjawabkan secara hukum.”
— Mukhtarudin, Nagan Raya

DAERAH

Polisi dari Kapal Polisi (KP) Tekukur–5010 Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pelaku beserta lima botol yang diduga berisi bahan peledak serta sejumlah peralatan selam yang digunakan untuk melakukan aksi bom ikan.