Scroll untuk baca berita
NASIONALTNI/POLRI

Poludara Baharkam Polri Terobos Risiko, Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir Bandang Aceh Tamiang

29
×

Poludara Baharkam Polri Terobos Risiko, Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir Bandang Aceh Tamiang

Sebarkan artikel ini

Aceh Tamiang, sergapnews.co — Bantuan logistik untuk korban banjir bandang di Aceh Tamiang akhirnya berhasil didistribusikan melalui jalur udara oleh jajaran Polisi Udara Baharkam Polri.

Pengiriman ini dilakukan dalam situasi ekstrem akibat minimnya titik aman untuk pendaratan helikopter karena sebagian besar wilayah masih tergenang air.

Akses darat ke lokasi terdampak diketahui terputus, sementara jalur udara pun menghadapi tantangan karena tidak tersedia area aman yang cukup luas untuk melakukan droping bantuan.

“Tidak ada tempat aman untuk melakukan droping bantuan. Seluruh area tergenang, lahan kosong berubah menjadi arus deras, dan titik-titik evakuasi tak lagi dapat dijangkau,” ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, Sabtu (6/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa dropping bantuan tetap dilaksanakan dengan penuh risiko, demi memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.

Tim udara yang diterjunkan dalam misi kemanusiaan tersebut terdiri dari empat personel, yakni AKBP Dian Didik Arvianto sebagai pilot, IPTU Vidya H. Mangundjaya sebagai copilot, serta Aipda Sanioko dan Bripka Kukuh Wahyu sebagai awak udara.

“Dalam situasi seperti ini, pilot harus mengambil keputusan dalam hitungan detik. Di tengah hembusan angin kencang dan jarak pandang terbatas, hanya ada satu titik sempit yang memungkinkan untuk droping. Itu pun penuh risiko.

Tapi itulah harapan terakhir bagi warga yang menunggu pertolongan,” lanjut Irjen Sandi.

Setibanya helikopter melakukan penurunan altitude, warga yang terdampak banjir langsung bergegas menuju lokasi untuk menerima bantuan yang dijatuhkan dari udara.

Bantuan logistik tersebut rencananya akan disalurkan bertahap hingga kondisi memungkinkan pengiriman melalui jalur darat.

“Dengan manuver presisi, helikopter ditahan pada ketinggian rendah. Awak udara memastikan paket bantuan jatuh tepat sasaran tanpa membahayakan warga.

Keputusan ini bukan tanpa risiko, namun demi keselamatan saudara-saudara kita di Aceh Tamiang, langkah itu harus diambil,” tegas Kadivhumas Polri.

Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang menyebabkan ribuan warga terdampak, sejumlah wilayah terisolasi, dan berbagai fasilitas umum lumpuh.

Upaya evakuasi serta distribusi bantuan masih terus dilakukan oleh berbagai unsur pemerintah dan TNI-Polri.

(Red-BD)